Fungi (Jamur)

4 min read

gambar fungi (jamur)

Tahukah kamu apa itu Jamur atau istilah lainnya yaitu Fungi?. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai pengertian fungi, ciri-ciri fungi, struktur tubuh fungi, klasifikasi fungi, manfaat dan peranan fungi bagi kehidupan.

Fungi merupakan suatu organisme eukariotik (membran inti sel) yang biasanya tidak dapat bergerak bebas dan mempunyai dinding sel.

Fungi atau jamur juga sering disebut sebagai tumbuhan, akan tetapi sebenarnya fungi bukan termasuk bagian dari tumbuhan karena fungi tidak mempunyai klorofil, sehingga fungi tidak bisa melakukan proses fotosintesis.

Hal tersebutlah yang menyebabkan fungi sering disebut sebagai organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri (heterotrof).

Lalu apa pengertian fungi?, berikut penjelasan pengertian fungi selengkapnya:

[joli-toc]

Pengertian Fungi

Fungi (jamur) adalah suatu organisme yang tidak mempunyai membrane inti sel (eukariotik) dan tidak memiliki klorofil akan tetapi mempunyai dinding sel.

Fungi bersifat heterotrof karena tidak bisa membuat makanannya sendiri, sehingga untuk dapat bertahan hidup dan bertumbuh fungi bergantung pada organisme organik yang sudah mati dan terlarut.

Karena ketidakmampuannya dalam membuat makanan sendiri, fungi disebut sebagai organisme saprofit. Saprofit adalah organisme yang hidup dengan memakan bahan organik yang berasal dari organisme lainnya yang telah mati.

Selain itu fungi juga tidak memiliki membran inti sel sehingga disebut sebagai organisme eukariotik.

Fungi mempunyai banyak sel (lebih dari satu) yang ada didalam tubuhnya yang mempunyai fungi berbeda-beda dengan tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas hidup fungi.Hal tersebut juga yang membuat fungi termasuk kedalam organisme multiseluler.

Pada mulanya fungi pernah digolongkan sebagai tumbuhan, akan tetapi setelah diklasifikasikan tenyata fungi tidak mempunyai klorofil, sedangkan klorofil sendiri merupakan bagian penting untuk proses fotosintesis.

Baca: Klasifikasi Makhluk Hidup

Hal tersebut yang membuat fungi dikeluarkan dari golongan tumbuhan karena tidak mempunyai klorofil untuk fotosintesis sebagaimana yang tumbuhan miliki.

Alasan kenapa fungi pernah digolongkan sebagai golongan tumbuhan adalah karena fungi mempunyai beberapa kemiripan dengan tumbuhan.

Walaupun fungi tergolong kedalam organisme eukariotik karena mempunyai membran sel inti, akan tetapi umumnya fungi berbeda dengan organisme eukarotik lainnya.

Hal tersebut karena secara struktur tubuh, cara mendapatkan makanan, organel-organel tubuh, pertumbuhan dan cara pertumbuhannya berbeda dengan organisme eukariotik lainnya.

Tahukah kamu, bahwa jumlah spesies fungi jauh lebih banyak dari tumbuhan, perbandingannya sekitar 6:1.yaitu sekitar 5,1 juta spesies yang tersebar diseluruh dunia.

Referensi: The Fungi: 5.1 Million Species?

Fungi sendiri banyak ditemukan di pohon yang tumbang, substrat tanah, dan umumnya di berbagai wilayah dengan instensitas kelembapan yang cukup tinggi.

Karena fungi termasuk kedalam makhluk hidup, maka ia merupakan bagian dari kajian dalam ilmu sains yaitu pada biologi.

Bidang ilmu yang mempelajari seputar fungi disebut dengan mikologi. Istilah mikologi diambil dari bahasa Yunani yaitu Miko (Mykos) artinya fungus (jamur) dan Logi artinya Logos (Ilmu/studi).

Fungi termasuk organisme heterotrof karena mendapatkan makanan dan nutrisi dari organsime lainnya yang telah mati atau membusuk, kemampuan fungi mendapatkan makanan disebut saprofit.

Sebagai organisme saprofit, fungi mengambil berbagai bahan organik dari organisme lainnya yang telah mati atau membusuk dengan cara menghancurkan sisa-sisa hewan atau tumbuhan kompleks menjadi bahan organik sederhana.

Setelah fungi menguraikan sisa-sisa hewan dan tumbuhan kompleks menjadi sederhana maka hasil penguraian tersebut dikembalikan lagi ke tanah. Hasil penguraian zat-zat sisa tumbuhan dan hewan tersebut ke tanah, dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Ciri-Ciri Fungi

Ciri-Ciri Fungi
  1. Tidak mempunyai membran Inti Sel (Eukariotik)
  2. Tidak membuat makanannya sendiri (Heterotrof)
  3. Multiseluler dan uniseluler
  4. Tidak mempunyai klorofil
  5. Dinding selnya terdiri dari zat kitin
  6. Habitatnya ditempat lembab
  7. Tidak memiliki klorofil
  8. Tubuhnya berupa hifa
  9. Terdapat miselium yang dibentuk dari kumpulan hifa

Struktur Fungi (Jamur)

Struktur Tubuh Fungi (Jamur)

1. Kitin

Struktur tubuh fungi terdiri dari sel eukariotik, dinding sel, dan zat kitin. Sel eukariotik tersusun oleh dinding sel, dan dinding sel nya mengandung zat kitin.

Fungi mempunyai zat kitin yang cukup unik, karena bentuknya mirip dengan zat kitin pada kerangka luar diluar arhtopoda dan tersusun atas polisakarida yang mempunyai sifat kuat dan fleksibel.

2. Hifa

Struktur tubuh fungi selanjutnya yaitu hifa. Dimana hifa pada fungi bisa berkumpul dan bercabang-cabang sehingga membentuk suatu jaringan yang disebut miselium.

3. Miselium

Miselium merupakan organel pada jamur yang terbentuk dari kumpulan hifa yang bercabang-cabang. Fungi miselium adalah untuk membantu fungi dalam meningkatkan absorpsi nutrisi.

Bagian tubuh fungi yang satu ini nantinya akan berkumpul dan akan membentuk tubuh buah, ini yang terjadi pada jamur merang.

4. Septa

Struktur tubuh yang satu ini terdapat pada hifa. Septa merupakan pembatas atau sekat antar sel yang ada didalam hifa.

Septa dapat mengalirkan organel sel dari satu sel ke sel lainnya karena mempunyai pori-pori yang cukup besar.

5. Haustorium

Haustorium merupakan organel pada fungi yang berasal dari hifa yang telah termodifikasi. Haustorium berfungsi menembus jaringan dan mengabsorpsi nutrsi dari host.

6. Tudung (Pileus)

Tudung atau pileus pada jamur, merupakan organel yang berfungsi untuk melindungi jamur dari kerusakan makanis.

7. Lamela

Lamela merupakan organel pada jamur (fungi) yang terletak dibawah tudung dan mempunyai bentuk seperti lembaran-lembaran dan biasanya didalamnya tersimpan kumpulan spora.

Kumpulan spora tersebutlah yang akan digunakan untuk reproduksi jamur.

8. Cincin (Anulus)

Cincin atau annulus adalah bagian pada jamur yang berfungsi untuk mengatur keluar atau masuknya spora yang berasal dari sporogonium (kotak spora).

Klasifikasi Fungi

Klasifikasi Fungi

Berdasarkan struktur tubuh serta reproduksinya, jamu dapat diklasifikasikan menjadi 4 divisi, yaitu zygomycota, ascomycota, basidiomycota, dan deuteromycota. Berikut penjelasan klasifikasi fungi:

1. Zygomycota

Zygomycota merupakan klasifikasi fungi atau jamur yang struktur tubuhnya terdiri dari benang-benang hifa. Benang-benang hifa tersebut ada yang tidak bersekat dan juga ada yang bersekat.

Hifa pada zygomycota tidak mempunyai sekat melintang dan didalamnya mengandung banyak inti.

Contoh dari zygomycota yaitu Rhizopus oryzae.

Ciri-Ciri Zygomycota

  1. Dinding selnya mengandung zat kitin
  2. Mempunyai banyak sel (multiseluler)
  3. Reproduksi vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual)
  4. Tubuhnya terdiri dari hifa
  5. Mempunyai banyak inti sel

2. Ascomycota

Ascomycota adalah fungi yang mempunyai reproduksi dengan cara membuat askospora didalam askus (kantung/pundi-pundi).

Askus sendiri merupakan sejenis sporangium yang dapat menghasilkan askospora dan menjadi struktur umum ascomycota.

Ciri-Ciri Ascomycota

  1. Uniseluler dan multiseluler
  2. Terdiri dari hifa yang bersekat
  3. Dinding sel dari kitin
  4. Bersifat heterotrof
  5. Memiliki struktur bentuk mirip kantung
  6. Tiap sel mempunyai inti satu (haploid)
  7. Hidup saprofit
  8. Reproduksi seksual dan aseksual, aseksual dengan membentuk konidiospora dan seksual dengan membentuk membentuk askospora yang ada didalam askus.

3. Basidiomycota

Basidiomycota merupakan jenis jamur yang mudah dikenal dan ditemukan, karena umumnya mempunyai tubuh berbentuk seperti payung.

Jamur jenis ini ada yang aman untuk dikosumsi, namun ada juga yang tidak aman untuk dikonsumsi bahkan bisa mematikan.

Contoh dari basidiomycota yaitu: Auricularia polytricha (jamur kuping), Ganoderma, Volvariella volvaceae (jamur merang).

Ciri-Ciri Basidiomycota

  1. Mempunyai basidium
  2. Tubuh buah bermacam-macam bentuknya (payung, bola, papan)
  3. Terdiri dari hifa bersekat
  4. Dikariotik (tiap sel intinya berpasangan)

4. Deuteromycota

Deuteromycota adalah jenis fungi yang mempunyai reproduksi secara aseksual yaitu dengan menghasilkan hifa khusus (konidia) yang biasa disebut dengan konidiofor.

Jenis jamur ini mempunyai sifat saprofit dan menjadi parasit tanaman tingkat tinggi. Jamur ini juga bisa menyebabkan penyakit pada manusia, penyakit yang disebabkan oleh deuteromycota yaitu kurap atau panu (dermatokinosis).

Selain menimbulkan penyakit, jenis jamur satu ini juga ada yang bisa dikonsumsi, misalnya jamur deuteromycota pada pembuatan oncom.

Contoh dari jamur deuteromycota yaitu: aspergillus, fusarium, cercos, verticellium, dan epidormophyton.

Manfaat dan Peranan Fungi bagi Kehidupan

gambar Rhizopus oryzae (tempe)

Sebagai organsime hidup fungi mempunyai peranannya bagi kehidupan. Berikut beberapa manfaat dan peranan fungi bagi kehidupan, yaitu:

1. Produksi Pembuatan Makanan

Fungi mempunyai pernanan dan manfaatnya bagi industry makanan, hal ini ditunjukan dengan beberapa makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan yang berasal dari fungi (jamur).

Beberapa contoh fungi yang dibuat dengan menggunakan jamur yaitu: Rhizopus oryzae (tempe), Aspergilus (kecap), Saccharomyces (tape, alcohol, roti) dan Penicillium camemberti.

2. Pembuatan Antibiotik

Tahukah kamu bahwa fungi juga berperan juga dalam pembuatan antibiotik. Zat yang dihasilkan oleh jamur dan digunakan dalam pembuatan antiobiotik yaitu penisilin.

Penisilin pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Alexander Flemming.

3. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa fungi menguraikan berbagai sisa hewan dan tumbuhan yang kompleks menjadi lebih sederhana. Hasil penguraian tersebut dikembalikan ke tanah. Penguraian yang dikembalikan ke tanah tersebut dapat meningkatkan kesuburan pada tanah.

Demikian penjelasan mengenai pengertian fungi, ciri-ciri fungi, struktur fungi, klasifikasi fungi, manfaat dan peranan fungi. Semoga bermanfaat.

One Reply to “Fungi (Jamur)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *