Klasifikasi Makhluk Hidup

2 min read

Thumbnail Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk hidup – Sebelumnya kita sudah membahas mengenai keanekaragaman hayati pada kesempatan ini kita akan membahas pengertian klasifikasi makhluk hidup, sistem, dan lain sebagainya.

Selain jumlahnya yang tidak terhitung, makhluk hidup juga bermacam-macam antara satu dengan yang lainnya.

Yang menghuni alam semesta ini tidak hanya manusia, melainkan ada berbagai makhluk hidup lainnya yang jumlahnya tidak terhitung.

Hal tersebut membuat perlu adanya pengklasifikasian atau pengelompokan makhluk hidup, dengan tujuan agar mudah dipelajari.

[joli-toc]

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup merupakan kegiatan pengelompokkan suatu makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu yang lebih kecil. Awal mula munculnya klasifikasi makhluk hidup adalah oleh seorang ahli biologi berkebangsaan Swedia yaitu Carlous Linnaeus. Ia mengklasifikasi makhluk hidup menjadi 2 kelompok, yakni tumbuhan dan hewan.

Baca Juga: Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Penjelasannya secara Lengkap

Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu, pengklasifikasian makhluk hidup menjadi semakin banyak dan beranekaragam, sehingga muncul sebuah pertanyaan yaitu:

Apa tujuan klasifikasi makhluk hidup ?

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah manusia untuk mengenali hubungan, pengelompokkan dan penjelasan mengenai suatu makhluk hidup baik ciri-ciri, nama-namanya dan lain sebagianya.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk Hidup

A. Klasifikasi 2 Kingdom

Klasifikasi makhluk hidup pertama dikelompokan menjadi 2 kelompok besar kingdom, yaitu kingdom plantae (tumbuhan) dan kingdom animalia (hewan).

1. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom plantae merupakan suatu organisme yang mempunyai ciri dinding selnya terbuat dari bahan selulosa dan berklorofil, sehingga memudahkan untuk proses fotosintesis.

Proses fotosintesis sendiri bertujuan agar tumbuhan dapat melangsungkan hidupnya dengan baik. Contohnya: tumbuhan lumut, tumbuhan paku, bakteri, jamur, ganggang.

Selain itu tidak semua jenis tumbuhan mempunyai klorofil, misalnya bunga raflesia arnoldi dan sebagainya.

Baca: Pengertian Kingdom Plantae

2. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom animalia (hewan) merupakan organisme yang mempunyai ciri tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan mampu bergerak secara aktif (bebas).

Contoh dari kingdom animalia adalah cacing (Vermes), Porifera (hewan berpori), Molusca (hewan lunak), Protozoa (hewan sel satu), Coelenterata (hewan berongga), dan sebagainya.

Baca: Pengertian Kingdom Animalia

B. Klasifikasi 3 Kingdom

Pada klasifikasi 3 kingdom ini, memisahkan jamur yang sebelumnya masuk kedalam kelompok plantae (tumbuhan).

Pemisahan jamur dari kelompok tumbuhan karena jamur mempunyai perbedaan dari tumbuhan. Perbedaan jamur dari tumbuhan yaitu: jamur yang bersifat heterotrof (tidak mampu membuat makanannya sendiri), dinding sel terdiri dari kitin, berbeda dengan tumbuhan yang dinding selnya terdiri dari selulosa.

1. Kingdom Fungi (Dunia Jamur)

Jamur merupakan suatu organisme yang bersifat heterotrof karena ia menghasilkan makanan dengan menyerap makanan dari makhluk hidup lainnya (absorpsi).

Selain itu jamur dapat memperoleh makanan dengan cara parasit (mengambil makan dari makhluk hidup lain), dan juga dengan cara saprofit (menyerap makan dari makhluk hidup mati).

Baca: Pengertian Fungi (Jamur)

Ciri-Ciri Jamur
  1. Eukariotik
  2. Dinding Sel Kitin
  3. Multiseluler
  4. Heterotrof
  5. Pigmen Fotosintetik

2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Tumbuhan disini meliputi berbagai organisme yang bersifat autotrof (menghasilkan makanan sendiri, salah satunya dengan proses fotosintesis.

Ciri-Ciri Kingdom Plantae
  1. Eukariotik
  2. Dinding Sel Selulosa
  3. Autotrof
  4. Pigmen fotosintesis

3. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Animalia atau hewan merupakan organisme yang bersifat (hetortrof) dengan cara memangsa makhluk hidup yang lainnya.

Ciri-Ciri Kingdom Animalia
  1. Multiseluler (Sel Banyak)
  2. Heterotrof
  3. Tidak berklorofil
  4. Bergerak aktif (bebas)
  5. Eukariotik (Punya Membran Inti)

C. Klasifikasi 4 Kingdom

Setelah ditemukannya nukleus (inti sel), perkembangan klasifikasi makluk hidup menjadi lebih banyak lagi. Pada klasifikasi 4 kingdom, makhluk hidup dikelompokkan lagi menjadi organisme yang berselaput inti dan tidak berselaput inti.

1. Kingdom Monera

Organisme yang tidak memiliki selaput inti/membran inti, sehingga disebut sebagai organisme prokariotik.

Contoh oganisme kingdom monera yaitu: bakteri dan ganggang biru-hijau.

2. Kingdom Fungi

Yaitu berbagai jamur yang masuk kedalam kategori klasifikasi kingdom fungi.

3. Kingdom Plantae

Berbagai tumbuhan ganggang (kecuali ganggang biru-hijau), tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji masuk ke klasifikasi kingdom plantae ini.

4. Kingdom Animalia

Berbagai hewan (animalia) dimulai dari protozoa sampai chordata merupakan bagian dari klasifikasi kingdom ini.

D. Klasifikasi 5 Kingdom

Berikut ini yang merupakan bagian dari klasifikasi 5 kingdom, yaitu:

  1. Kingdom Monera
  2. Kingdom Protista
  3. Kingdom Fungi
  4. Kingdom Animalia
  5. Kingdom Plantae

E. Klasifikasi 6 Kingdom

  1. Kingdom Monera
  2. Kingdom Protista
  3. Kingdom Fungi
  4. Kingdom Animalia
  5. Kingdom Plantae
  6. Kingdom Virus

Klasifikasi Biologi

Klasifikasi Biologi

Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia, berikut diantara manfaatnya:

  1. Memudahkan mengenali berbagai jenis makhluk hidup yang beranekaragam
  2. Mempelajari hubungan kekerabatan yang ada antar makhluk hidup
  3. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
  4. Mempelajari perbedaan setiap makhluk hidup

Demikian penjelasan mengenai pengertian klasifikasi makhluk hidup, pembagian klasifikasi makhluk hidup dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat.